Kamis, 28 Juni 2012

~manfaat ampas biji kopi~

Diposting oleh annisayuliawatii di 07.54 0 komentar

Anda suka
minum kopi? Jangan langsung buang ampasnya, karena bisa dimanfaatkan.

Banyak
orang tahu tentang manfaat kopi, selain bisa dikonsumsi untuk menghilangkan
rasa kantuk, bubuk kopi juga digunakan untuk menghaluskan kulit wajah. Tapi
tahukah Anda sisa seduhan kopi atau yang dikenal dengan ampas bisa dimanfaatkan
untuk menghilangkan bau tak sedap pada sampah atau sisa makanan yang menumpuk.

Manfaat
baru dari ampas kopi ini sudah diteliti oleh Teresa J Bandosz ahli kimia dari
City University of New York, dan temuannya sudah dipublikasikan di The Journal
of Hazadous Materials bulan ini. Pada penelitian ini ditemukan, ampas kopi
diubah menjadi karbon teraktivasi yang
mampu menyerap sulfur penyebab bau tak sedap pada limbah. Karbon
teraktivasi dibuat dengan cara mencampur ampas kopi dengan air dan unsur Seng,
lalu dikeringkan dengan oven.

Seperti
diuraikan di New York Times (21/2), kemampuan penyerapan sulfur yang baik
disebabkan oleh adanya senyawa kafein dalam kopi. Kafein memiliki atom nitrogen
yang meningkatkan kemampuan karbon untuk menyerap sulfur.

Harapan Bandosz
dengan penemuan ini, ada pengusaha yang mau melakukan riset lebih lanjut dan
diaplikasikan untuk bisnis. Dijelaskannya, semakin segar ampas kopi yang
digunakan, maka semakin baik juga hasilnya. Sebab ampas kopi yang masih segar
masih memiliki kafein yang banyak.

Bisa
dibuktikan, coba taruh sesendok ampas kopi di dekat tempat sampah, secara alami
bau tak sedap akan hilang dengan sendirinya.


Sumber :

Kopi Hijau Efektif Melangsingkan

Diposting oleh annisayuliawatii di 07.52 0 komentar



Peneliti dari University of Scranton Pennsylvania AS menemukan bahwa biji kopi hijau dapat menurutkan berat badan dalam waktu singkat. Kopi hijau adalah biji kopi yang belum dipanggang.


Joe Vinson sang pemimpin penelitian dari universitas itu telah melakukan uji coba pada sekelompok orang yang memiliki berat badan. Dia menemukan bahwa selama penelitian itu, kelompok orang yang kelebihan berat badan atau obesitas mengalami penurunan berat badan sekitar 10 persen, setelah mengonsumsi beberapa miligram bubuk biji kopi hijau setiap hari.

“Berdasarkan penelitian kami, konsumsi kapsul ekstrak kopi hijau sekali sehari, dibarengi makan rendah lemak, diet sehat, dan olahraga teratur, menjadi cara murah yang aman dan efektif untuk menurunkan berat badan,” kata Vinson, dikutipDaily Mail.

Penelitian melibatkan 16 partisipan dengan berat badan berlebih atau obesitas usia 22-26 tahun, yang terbagi dua kelompok. Masing-masing kelompok diminta mengonsumsi kapsul selama 22 minggu. Kapsul untuk kelompok pertama berisi ekstrak kopi hijau. Sementara itu, untuk kelompok kedua, kapsul plasebo atau kapsul kosong.

Hasilnya, partisipan yang mendapat asupan kapsul biji kopi hijau mengalami penurunan berat badan lebih cepat, sekitar tujuh kilogram dalam 22 minggu. Itu artinya, terjadi penurunan berat tubuh rata-rata 10 persen, dan penurunan lemak tubuh sekitar 16 persen. Sementara itu, partisipan yang menerima plasebo mengalami penurunan berat badan yang tak terlampau besar.


Sumber :

Lingkaran Misterius Serupa "Crop Circle" Ada di Namibia

Diposting oleh annisayuliawatii di 07.21 0 komentar

WINDHUK, KOMPAS.com — Fenomena lingkaran misterius atau crop circle dijumpai di berbagai belahan dunia. Lingkaran misterius tersebut juga dijumpai di padang rumput Namibia. Sama seperti di Indonesia dan bagian dunia lainnya, penyebabnya hingga kini belum diketahui.

Lingkaran tersebut tampak sebagai area kecil tanah yang gundul, dikelilingi oleh rerumputan di pinggirnya, dan di tengah padang rumput yang luas. Rumput yang mengelilingi lingkaran itu tampak tegak, seperti menegaskan bahwa bagian tersebut menjadi pembatas lingkaran.

Walter Tschinkel, biolog dari Florida State University, AS, tertarik mempelajari fenomena tersebut. Ia pergi ke Gurun Namib di Namibia untuk meneliti dan memanfaatkan data satelit untuk menganalisis. Hasil risetnya dipublikasikan di jurnal PLoS ONE, Rabu (27/6/2012).

Beberapa hal terkuak dari hasil penelitian Tschinkel. Di antaranya, usia lingkaran gaib itu bervariasi. Lingkaran yang kecil bisa berusia 24 tahun, sementara lingkaran yang lebih besar bisa mencapai umur 75 tahun.

Tschinkel juga menemukan bahwa lingkaran itu memiliki siklus. Dengan membandingkan data satelit tahun 2004 dan 2008, ia menemukan bahwa lingkaran itu cukup stabil. Lingkaran muncul, berkembang lebih besar, dan akhirnya hilang hanya meninggalkan sedikit jejak.

Lingkaran misterius tersebut bisa berdiameter mulai dari 2 meter hingga 12 meter. Sementara itu, berdasarkan perkiraan umur mulai lingkaran terbentuk hingga menghilang (revegetasi) bisa mencapai 60 tahun.

Meski beberapa hal berhasil dijelaskan, asal-usul lingkaran misterius itu belum bisa diketahui. Tschinkel memperkirakan bahwa lingkaran itu adalah produk dari organisasi yang dilakukan tumbuhan untuk mengatur dirinya.

"Ada model matematika yang didasarkan pada ide bahwa tumbuhan bisa menarik nutrisi terhadap dirinya, yang akan berpengaruh positif pada pertumbuhannya dan berefek negatif pada tumbuhan yang jaraknya lebih jauh," papar Tschinkel seperti dikutip Livescience, Kamis (28/6/2012).

Namun tetap saja, perkiraan tersebut belum bisa menjelaskan secara detail, bagaimana sebenarnya lingkaran misterius itu terbentuk. Saat ini belum ada dana penelitian untuk menyelidiki hal itu. Jadi, tampaknya lingkaran tersebut masih akan menjadi enigma.

Tschinkel tetap menganggap bahwa fenomena ini layak dipelajari. Tschinkel sama sekali tak menyebut atau menduga bahwa lingkaran ini berkaitan dengan alien. "Ini sains, kan? Kalau Anda mengetahui jawabannya, itu akan jauh lebih menyenangkan," katanya.


Sumber :

Tujuh Pekerjaan Pemicu Gangguan Kesehatan

Diposting oleh annisayuliawatii di 07.12 0 komentar


Ghiboo.com - Tak hanya pola makan dan gaya hidup tak sehat yang menyebabkan seseorang menderita suatu penyakit. Menurut Huffingtonpost, pekerjaan seseorang juga turut mendukung timbulnya penyakit dalam dirinya. Berikut ini beberapa jenis pekerjaan yang dikaitkan dapat mempengaruhi kesehatan seseorang.

Bankir dengan risiko Gangguan Kepribadian dan Emosional

Di bawah tekanan besar dari pekerjaannya, banyak bankir yang menderita gangguan kepribadian dan emosional, seperti stres atau kelelahan. Bahkan, beberapa diantaranya tetap menderita gangguan tersebut setelah meninggalkan profesinya. Peneliti dari University of Southern California menemukan bahwa insomnia, kecanduan alkohol, jantung berdebar, gangguan makan dan ledakan emosi banyak dialami bankir yang baru lulus dari sekolah bisnis.

Guru dengan risiko Arthritis

Radang sendi atau arthritis menjadi risiko kesehatan bagi orang yang harus banyak berdiri dalam pekerjaannya, termasuk guru. Oleh karena itu, orang dengan pekerjaan lebih banyak berdiri, harus pintar memilih sepatu yang nyaman dan tidak menggunakan hak tinggi. Sepatu ber-hak justru memberikan tekanan pada sendi di kaki. Tak hanya berdiri terlalu lama, orang yang memiliki kelebihan berat badan juga dikaitkan dengan penyakit radang sendi.

Tentara dengan risiko Stres

Sebuah situs CareerCast.com menetapkan tentara sebagai pekerja paling stres. Hal ini dikarenakan para prajurit negara ini selalu dituntut secara fisik, disiplin dan sedikitnya waktu untuk 'bersantai' atau bertemu keluarga. Tak hanya itu, CareerCast.com juga menyebutkan petugas pemadam kebakaran menempati posisi kedua pekerjaan dengan risiko stres disusul dengan pilot diposisi ketiga.

Buruh dengan risiko Gangguan Pernapasan

Health.com melaporkan bahwa debu yang dihirup dari tempat konstruksi dapat menyebabkan buruh pada risiko masalah paru-paru, seperti kanker, asbestosis dan mesothelioma. Bahkan menurut peneliti dari Oregon State University, penyakit paru-paru merupakan penyakit yang sering dialami para buruh. Gejalanya seperti sesek nafas, dada sesak, batuk, dan bernafas tidak normal.

Perawat dengan risiko Depresi

Orang-orang yang bertugas untuk merawat seseorang, seperti perawat, berisiko mengalami depresi. Health.com melaporkan bahwa 13 persen perawat telah mengalami depresi berat. Tahun lalu, Reuters melaporkan hasil survei Caring.com yang menunjukkan bahwa satu dari empat orang perawat khusus manula atau anak kecil lebih rentan mengalami depresi.

Pekerja Shift Malam dengan risiko Gangguan Tidur

Penelitian telah menunjukkan bahwa para pekerja yang berkerja pada shift malam lebih rentan mengalami masalah susah tidur, yang disebabkan oleh perbedaan jadwal tidur dan jadwal bangun mereka dengan kebanyakan orang. Akibatnya, mereka lebih cenderung tidak bersemangat, kurang energi, sakit kepala, dan sulit berkonsentrasi. Sehingga, mereka lebih sering melakukan kesalahan dalam pekerjaannya, rentan kecelakaan (karena ngantuk), perubahan mood dan lebih sering izin sakit.

Pekerja Lembur dengan risiko Depresi

Penelitian yang dimuat dalam jurnal PLoS ONE menunjukkan pekerja lembur, lebih dari 11 jam per hari, dikaitkan dengan risiko dua kali lipat mengalami depresi, dibandingkan mereka yang hanya bekerja 8 jam per hari.


Sumber :

Bekerja di Malam Hari Meningkatkan Risiko Kanker Bagi Wanita :O

Diposting oleh annisayuliawatii di 07.09 0 komentar

Bekerja di malam hari bagi wanita dapat meningkatkan risiko kesehatan, menurut sebuah studi dari pusat penelitian kesehatan CESP, Prancis. Studi yang berlangsung pada tahun 2005-2008 itu membandingkan karier 1200 perempuan pengidap kanker payudara dan 1300 yang tidak.

Secara umum, 11 persen responden pernah bekerja malam hari sepanjang masa karier mereka.

Risiko terkena kanker payudara lebih tinggi 30 persen bagi wanita yang pernah bekerja shift malam — dibandingkan mereka yang tak pernah sama sekali bekerja malam hari. Peningkatan risiko ini terutama didapati pada wanita yang bekerja malam hari lebih dari empat tahun (meski mereka yang bekerja malam tiga hari seminggu juga lebih rentan).

Para peneliti yakin, penyebab meningkatnya risiko ini adalah karena shift malam mengubah irama alami malam/siang di tubuh, memengaruhi produksi hormon tidur melatonin yang punya zat antikanker.

Profesi yang dinilai rentan adalah suster dan pramugari. Tetapi seiring banyaknya profesi yang memaksa bekerja 24/7, makin banyak wanita yang juga makin rentan terkena kanker payudara.

Pascal Guenel, ahli utama dalam studi tersebut mengatakan, “Hasil kerja kami menegaskan hasil studi sebelumnya. Masalah yang timbul akibat bekerja di malam hari harus dipertimbangkan dalam pengelolaan kesehatan masyarakat, terutama mengingat meningkatnya jumlah wanita yang bekerja malam hari.”

Studi itu mengaitkan bekerja malam dengan sekitar 550 kematian akibat kanker payudara di Inggris setiap tahun. Kanker payudara adalah pembunuh nomor satu bagi wanita di dunia. Ia menyerang 0,1 persen wanita di negara maju, dan terdapat 1,3 juta kasus baru tiap tahun.

Sumber :

Rabu, 27 Juni 2012

miris -> Pendidikan Kita Berada di "Lampu Merah"

Diposting oleh annisayuliawatii di 21.23 0 komentar

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi X DPR Dedi Gumelar menilai, pendidikan nasional gagal membentuk watak generasi muda Indonesia. Bahkan, secara politis, menurutnya, pendidikan nasional saat ini berhenti dan tidak menunjukkan pergeseran ke arah yang lebih baik.

"Secara politis, pendidikan kita berada di lampu merah," kata Dedi, yang biasa disapa Miing, dalam audiensi antara DPR dengan tim dari Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada, Rabu (27/6/2012).

Menurutnya, pendidikan formal seharusnya dapat berbanding lurus dengan pembentukan budaya dan watak anak-anak Indonesia. Sebab, pendidikan kelak dapat menjadi modal dalam membangun, atau membangkitkan Indonesia dari keterpurukan.

"Semua negara bisa bangkit dari tsunami, krisis ekonomi bahkan perang. Tapi saat kebudayaannya runtuh, maka runtuhlah bangsa itu," ujarnya.

Meski demikian, ia sedikit merasa lega. Secara signifikan pemerintah dinilai telah menaikkan anggaran untuk kebudayaan. Dari awalnya hanya Rp 300 miliar, tahun ini meningkat jadi Rp 1,2 triliun "Awalnya kita dorong agar kebudayaan bisa mendapat Rp 5 triliun agar dapat membongkar betul kebudayaan ini," ungkapnya.

Sebelumnya, salah seorang anggota tim Pusat Studi Pancasila UGM, Cungki Kusdarjito memaparkan, pembangunan pendidikan nasional harus dilandasi dengan kebudayaan dan Pancasila. Menurutnya, hal itu menjadi penting untuk memperjelas arah sekaligus mencegah terpuruknya pendidikan nasional yang semakin hari semakin condong ke dunia barat.

"Nilai budaya lokal harus dilaksanakan sebagai pijakan bangsa. Sekolah-sekolah juga harus mengembangkan bahasa Indonesia dan bahasa daerah sebagai bagian untuk membangun karakter bangsa," kata Cungki.

Sumber :

amazing ! ITB Sediakan Beasiswa Rp 139 Miliar

Diposting oleh annisayuliawatii di 21.19 0 komentar

BANDUNG, KOMPAS.com — Institut Teknologi Bandung (ITB) mengalokasikan beasiswa Rp 139 miliar dari total perputaran uang Rp 1 triliun setiap tahun. Rektor ITB Akhmaloka mengatakan, beasiswa tersebut tidak hanya berasal dari dana milik ITB sendiri atau sumbangan para alumnus, tetapi juga berasal dari berbagai pemangku kepentingan yang ikut dan berkontribusi dalam dunia pendidikan.

"ITB itu setiap tahun menyediakan dana Rp139 miliar untuk beasiswa bagi para mahasiswanya," ujar Akhmaloka, di Bandung, Senin (25/6/2012).

Beasiswa itu menurutnya terbagi dalam dua kategori, yaitu beasiswa bagi kalangan tidak mampu dan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi. "Tentu ada juga kombinasi antara beasiswa bagi yang tidak mampu dan berprestasi, itu hal yang biasa," katanya.

Menurut dia, sekitar 20 persen dari jumlah mahasiswa ITB setiap tahunnya berasal dari kalangan tidak mampu. Pada 2012, dari total 3.400 kursi yang disediakan ITB, sekitar 800 kursi dialokasikan bagi mahasiswa tidak mampu dalam program beasiswa bidik misi.

Selain program bidik misi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Akhmaloka menjelaskan, ITB juga menyediakan beasiswa dalam program Beasiswa ITB Untuk Semua (BIUS) yang melibatkan pihak ketiga dan juga sumbangan alumnus, serta beasiswa dari berbagai pemerintah provinsi. ITB, kata Akhmaloka, juga memberikan beasiswa sistem voucer untuk membebaskan biaya pangkal, terutama bagi mahasiswa program pasca-sarjana yang berprestasi.

Untuk tahun akademik 2012, Akhmaloka mengatakan, saat ini proses verifikasi bagi calon mahasiswa yang meminta keringanan biaya masih berlangsung. Dari jalur undangan, ITB telah memperoleh 600 calon mahasiswa program bidik misi. Sisanya sebanyak 200 orang akan dipenuhi dari jalur tes tertulis seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) yang hasilnya akan diumumkan pada 7 Juli 2012.


 

Annisa Yuliawati Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea